free page hit counter

Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Bagaimana Jika Kecerdasan Emosional Rendah? Cek Disini Tanda-tandanya!

Jangan hanya memperhatikan kecerdasan intelektual saja karena kecerdasan emosional juga sangat penting. Bagaimana jika kecerdasan emosional rendah? Hal ini pasti akan sangat berpengaruh pada perilaku dan pola pikir individu tersebut.

Berbeda dengan kecerdasan intelektual yang bisa dinilai dari angka, kecerdasan emosional nampak pada keseharian individu. Nilai yang tinggi tidak menjamin individu menjadi seseorang yang sabar, ramah dan tangguh. Untuk mengetahui standar kecerdasan emosional seseorang, mari simak tanda-tanda berikut ini.

Tanda-tanda Kecerdasan Emosional yang Rendah

Seperti dibahas sebelumnya, kecerdasan intelektual dan emosional memiliki standar pengukuran yang berbeda. Kecerdasan intelektual diukur menggunakan nilai, sedangkan kecerdasan emosional dinilai dari perilaku.

Berikut ini adalah cara menilai sikap bagaimana jika kecerdasan emosional rendah pada diri seseorang. Diantaranya adalah :

  1. Mudah Tersinggung

Meminjam istilah kekinian, orang dengan kecerdasan emosional rendah biasanya mudah merasa “baper” atau terbawa perasaan. Mereka gampang tersinggung karena hal-hal sepele yang tidak penting.

Mereka tidak bisa membedakan mana yang harus dijadikan sesuatu yang serius atau candaan. Karena itu, jika saat ini ada teman atau diri Anda sendiri yang begitu mudah tersinggung, jangan-jangan kecerdasan emosional Anda cukup rendah.

  1. Selalu Menyalahkan Orang Lain

Bagi mereka yang sering melempar tanggung jawab dengan menyalahkan orang lain, ini pertanda bahwa kecerdasan emosionalnya rendah. Mereka tidak bisa berlapang dada menerima kondisi yang tidak diinginkan dan enggan untuk memikul bebannya.

Orang-orang seperti ini cenderung mencari alasan supaya bisa lepas dari tanggung jawab. Mereka tidak mau menerima kenyataan dan selalu membenarkan tindakannya sendiri. Ini tandanya kecerdasan emosional mereka dalam level yang rendah.

  1. Mudah Stress

Peningkatan emosi, tensi dan stress biasanya terjadi jika seseorang mengalami hal-hal tidak menyenangkan. Orang dengan kecerdasan emosional tinggi akan selalu dalam kondisi tenang dan tidak emosional jika dihadapkan pada situasi ini.

Lalu bagaimana jika kecerdasan emosional rendah? Emosi, amarah hingga stress akan sering hinggap pada mereka yang kemampuan emosionalnya rendah. Bahkan banyak yang tidak bisa mengontrol emosi hingga tindakan saat mereka marah. Contohnya seperti memukul, merusak barang dan lain sebagainya.

  1. Bertabiat Buruk

Tanda seseorang dengan kecerdasan emosional rendah adalah tidak memiliki empati, kurang sopan atau ramah dan cenderung tidak memiliki sifat baik. Orang-orang seperti ini tidak banyak memberikan manfaat pada sesamanya.

Tabiat buruk seperti ini bukan hanya racun bagi dirinya sendiri. Tabiat ini hanya akan membuat individu tersebut semakin jauh dari orang lain karena umumnya tidak disukai. Tak jarang yang bahkan menyulut permusuhan antar sesama.

  1. Terbatasnya Kosakata Emosi

Kemampuan berkomunikasi dengan sesama dan memahami perasaan orang lain adalah ciri orang yang cerdas dan bagus kondisi emosionalnya. Lalu bagaimana jika kecerdasan emosional rendah?

Orang yang emosionalnya rendah memiliki kosakata yang terbatas untuk mendeskripsikan emosi mereka. Mereka tidak tahu bagaimana menyebut dan mengucapkan perasaan yang dimiliki.

Akibatnya, orang-orang ini tidak mampu berkomunikasi dengan baik kepada sesamanya. Mereka menyimpan dan melampiaskan pada hal-hal negatif tentang apa yang mereka rasakan.

Jika saat ini Anda adalah orang yang mudah marah, stess, gampang tersinggung, tidak peka, dijauhi banyak orang, bisa jadi ini adalah pertanda. Tanda-tanda bahwa kecerdasan emosional Anda berada di titik yang rendah.

Hal ini adalah masalah besar. Solusinya adalah dengan memperbaiki kesehatan mental dan kecerdasan emosional Anda di lembaga yang tepat. Kampoong Hening adalah tempat yang tepat mengatasi bagaimana jika kecerdasan emosional rendah. Tempat ini akan membantu Anda menjadi manusia yang lebih baik dalam pemikiran dan perilaku.

 

Scroll to Top