Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Menghindarkan Generasi dari Pergaulan Bebas

Sebagai orang tua atau pendidik, Anda memiliki tanggung jawab besar untuk mampu mendidik, mengarahkan, dan memahamkan anak sejak dini, tentang hal-hal baik, agar kelak mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang mampu bertanggung jawab dan membangun bangsa Indonesia yang memiliki moral baik.

Dewasa ini, pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang pesat memang menjadi tantangan sendiri bagi para orang tua dan pendidik. Masuknya budaya asing yang asal diserap tanpa mempertimbangkan baik atau buruknya, serta kemudahan mengakses apa pun dari teknologi yang berkembang pesat, membuat anak-anak dan remaja menjadi rawan jatuh dalam kesalahan pergaulan.

Salah satu yang menjadi penyebab kemerosotan moral generasi muda adalah pergaulan bebas. Di sini, pergaulan yang dimaksud adalah tentang masalah hubungan badan di luar nikah, obat-obatan terlarang, dan mengonsumsi video porno.

Indonesia memiliki adat ketimuran yang kental, sehingga tidak melegalkan hubungan suami istri yang dilakukan di luar pernikahan. Selain itu, obat-obatan terlarang dan video porno juga ilegal dan ada hukuman berat bagi pengguna atau penikmat, maupun yang mengedarkan.

Lalu, sebagai sosok orang tua atau pendidik, apa yang sebaiknya perlu Anda lakukan demi mencegah anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang bisa merusak moral mereka sejak dini dan bangsa Indonesia di masa depan?

Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba, untuk mencegah pergaulan bebas di kalangan anak-anak dan remaja.

Tanamkan Pendidikan Agama Sejak Dini

Mengenalkan bahwa Allah adalah Tuhan Semesta Alam adalah salah satu cara yang harus dilakukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, menanamkan nilai moral dan agama, serta mencegah terjadinya keburukan di masa depan, pada anak-anak dan remaja.

Tentunya memang harus dilakukan sedini mungkin, sejak anak mulai paham apa maksud perkataan orang tuanya. Ilmu agama sangat penting bagi perkembangan seseorang, sejak dini, dan nanti akan menjadi penentu di masa depan dia kelak.

Tanamkan pada anak-anak, bahwa Allah melihat, Maha Tahu segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Dosa sekecil apa pun akan dibalas di akhirat kelak, dan kebaikan yang sangat kecil pun juga pastinya akan mendapatkan balasannya.

Jadi, ketika anak-anak sejak dini sudah diberikan pemahaman dan mulai menjalani kehidupan bahwa Allah Maha Mengetahui dan semua yang dilakukan di dunia oleh manusia akan dibalas di akhirat, maka muncul ketakutan dalam diri mereka, setiap kali akan melakukan dosa.

Beri penjelasan apa saja dosa dan hal-hal yang dibenci dan disukai Allah. Seperti halnya pergaulan bebas yang meliputi hal-hal dosa, itu jika dilakukan akan membuat Allah murka, dan balasannya teramat pedih di akhirat nanti.

Memberikan Pendidikan di Lingkungan yang Baik

Saat anak sudah masuk usia sekolah, pastikan bahwa mereka mengenyam pendidikan di lembaga belajar atau sekolah yang memiliki lingkungan terjamin. Baik guru-guru pengajar, staf kependidikan, kurikulum, teman-teman belajar, dan fasilitas belajar mengajarnya harus bisa mendukung ke arah kebaikan.

Sebab, meskipun sebagai orang tua Anda sudah mengajarkan banyak kebaikan, ilmu agama, maupun sopan santun di rumah, tetapi saat di sekolah anak terpengaruh keburukan dari teman atau lingkungan pendidikannya, maka itu sama saja.

Jadi harus bisa seimbang, antara pendidikan di rumah, maupun di lingkungan sekolah tempat anak menimba ilmu.

Ajarkan Anak, Mana Perbuatan Baik dan Buruk Sejak Dini, Agar Bisa Memilih Teman yang Baik

Chang Duong | Unsplash

Pergaulan anak tak hanya meliputi keluarga, sekolah, tapi juga lingkungan sekitar. Ketika Anda sebagai orang tua atau pendidik sudah maksimal memberikan arahan dan pendidikan kebaikan di lingkungan rumah maupun sekolah, tetapi di luar anak masih bergaul dengan teman-teman yang buruk, maka itu juga sama saja dengan mendekatkan anak pada hal buruk.

Sejak dini, ajarkan anak apa saja perilaku yang tidak baik. Seiring berjalannya waktu, saat umur anak bertambah dan rasa ingin tahunya semakin besar, maka Anda selaku orang tua atau pendidik juga wajib meningkatkan level pemahaman kepada anak tentang hal-hal yang dapat merusak moral. Salah satunya pergaulan bebas.

Jika sejak dini anak sudah memahami bahwa hal-hal buruk yang Anda larang untuk dilakukan itu memiliki konsekuensi akan merusak moral diri seseorang dan bangsa di masa depan, anak saat mulai bisa memilih teman, dan terhindar dari potensi kenakalan remaja.

Dekatkan Anak pada Orang Tua dan Saudara Kandung

Nathan Dumlao | Unsplash

Jika sejak kecil keluarga telah memberikan rasa nyaman bagi anak, maka ketika tumbuh semakin besar, mereka akan tetap menggantungkan diri pada keluarga.

Peran orang tua di rumah tak hanya sebatas sebagai sosok yang harus dituakan, tetapi juga bisa sebagai sahabat bagi anak-anaknya. Anda sebagai orang tua, harus bisa memberikan kenyamanan pada anak, agar mereka akan lari pertama kali pada Anda jika mengalami masalah atau ada hal yang ingin didiskusikan.

Suasana yang nyaman dalam keluarga salah satunya juga akan terwujud apabila anak-anak rukun dan saling menyayangi. Tanamkan pada anak-anak Anda sejak dini, bahwa saudara mereka adalah orang-orang yang harus dijaga hubungan baiknya, karena mereka adalah bagian dari keluarga.

Kedekatan dengan sosok orang tua dan saudara akan menjadikan anak-anak menuju keluarga terlebih dahulu untuk meminta pertimbangan sesuatu dalam hubungan mereka dengan siapa pun.

Salah satu metode yang bisa Anda jalankan untuk mendapatkan hubungan keluarga yang lebih hangat adalah dengan menerapkan Silent Mindful Listening untuk keluarga atau berwisata bersama.

Berikan Pemahaman Mana Hiburan yang Boleh Dikonsumsi dan Tidak

Kemajuan teknologi tak hanya memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari untuk semua bidang, tapi juga bisa mendatangkan efek negatif apabila disalahgunakan.

Salah satu contohnya adalah anak-anak yang mudah mengakses gawai sejak kecil dan tanpa adanya pengawasan dari orang tua atau pendidik.

Merebaknya hiburan yang tak sesuai moral bangsa Indonesia dan ilegal, bisa membuat pola pikir anak terpengaruh juga. Maka, baiknya sejak dini batasi penggunaan gawai, gunakan jika perlu saja.

Pahamkan anak-anak bahwa hiburan yang baik adalah yang bisa mendidik mereka ke arah kebaikan dan semakin dicintai orang tua serta keluarga, bukan malah sesuatu buruk yang merusak pola pikir mereka dan melakukan hal yang dibenci Allah.

Berikan Pemahaman Sejak Dini Tentang Budaya Bangsa Indonesia

Sebagai warga negara Indonesia dengan adat ketimuran yang kental, kenalkan pada anak-anak sejak dini, bahwa budaya kita sangat menjaga moral kebaikan. Seperti tidak menghalalkan pergaulan bebas, serta konsumsi obat-obatan terlarang dan video porno.

Jika mereka mengakses hiburan dari negara lain, jelaskan bahwa tak semua yang ada dalam hiburan itu bisa diadopsi oleh budaya di negara kita. Jadi, tak semua perlu dicontoh, karena ada yang baik dan tidak.

Nah, semoga beberapa tips itu bisa membantu Anda, selaku orang tua atau pendidik, dalam mencegah pergaulan bebas yang bisa saja terjadi pada anak-anak atau murid-murid Anda.

Demi masa depan bangsa Indonesia yang baik, dan berbudi luhur.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top