Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

4 Karakter Manusia Pada Umumnya, Anda yang Mana?

Sahabat, tahukah Anda apa yang disebut dengan karakter manusia? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti atau akhlak yang membedakan seseorang dengan yang lain.

Sementara menurut ahli psikologi, Soemarno Soedarsono, karakter adalah sebuah nilai yang telah terpatri di dalam diri seseorang lewat pengalaman, pendidikan, pengorbanan, pengaruh lingkungan, serta percobaan, yang kemudian dipadukan dengan nilai-nilai yang terdapat pada diri seseorang tersebut, dan menjadi nilai intrinsik yang mendasari sikap dan perilaku, serta pemikiran seseorang.

Menurut Maxwell, karakter jauh lebih baik daripada perkataan, dan juga merupakan  suatu pilihan yang menentukan kesuksesan seseorang.

Dari beberapa keterangan tersebut, bisa Anda ambil kesimpulan pastinya, bahwa mengetahui apa itu karakter manusia, memahami pentingnya, dan tentunya jika Anda tahu tipe karakter mana yang mendasari perilaku dan pemikiran Anda selama ini, sangat penting untuk menjalani hidup bermasyarakat.

Menyadari karakter dasar dalam diri Anda dapat membantu untuk mengenal diri sendiri lebih baik dan mendorong Anda mencintai dan mensyukuri apa yang telah Allah beri kepada Anda.

Anda juga bisa memilih pekerjaan atau hobi yang cocok, serta komunitas dan teman yang kiranya nyaman untuk Anda berada di dalamnya.

Karakter manusia ini, menurut para ahli, ada yang bisa merupakan bawaan sejak lahir, tetapi lebih besar berkembang dan terbentuknya karena pengaruh dari didikan keluarga dan lingkungan sekitar.

Maka, jika ingin membentuk karakter baik pada anak sejak kecil, peran keluarga dan orang tua sangat penting untuk bisa memberikan pendidikan, pemahaman, dan contoh baik, agar anak bisa tumbuh dengan karakter yang positif juga.

Peran keluarga dan orang tua juga penting, ketika anak mulai terjun di dunia sosial, untuk bisa memberikan nasihat atau rambu-rambu, sehingga meskipun anak jauh dari orang tua atau keluarga, mereka bisa memilih sendiri mana pergaulan yang positif dan negatif.

Nah, setelah membahas tentang pengertian dan pentingnya mengetahui karakter manusia, maka kini saatnya Anda juga harus memahami empat jenis temperamen yang merupakan unsur dari karakter manusia, agar bisa menganalisis, sebenarnya Anda termasuk yang mana.

Empat temperamen ini dikelompokkan oleh Hippocrates, sesuai dengan ciri-ciri dan teori medisnya masing-masing. Apa saja itu?

1. Sanguinis

Seseorang dengan karakter sanguinis ini biasanya di luar terlihat sangat ceria dan mudah bergaul. Dia bisa menjadi seseorang yang akan membangkitkan semangat bagi orang lain atau kelompoknya.

Selain itu, orang sanguinis juga memiliki pandangan positif dalam hidup. Sebab, orang-orang yang memiliki karakter ini masuk ke dalam golongan ekstrover.

Mereka pada dasarnya senang keramaian, berkumpul bersama orang lain, dan tidak tahan sendirian atau ditinggal seorang diri. Mereka juga sangat terbuka dan mampu mengekspresikan emosi atau apa yang dirasakan secara terbuka.

Orang-orang sanguinis cenderung menyukai tantangan dan pengalaman baru, karena mereka suka berpetualang dan cepat bosan pada sesuatu yang stagnan.

Mereka juga sangat kreatif dan mampu menciptakan hal-hal atau penemuan baru yang bisa membangkitkan semangat mereka dan orang lain di sekitarnya.

Sayangnya, tipe ini kerap menunda-nunda pekerjaan dan sering menggampangkan sesuatu. Membuat mereka tak sadar melakukan sesuatu yang negatif, seperti telat masuk kerja, tak menepati janji, dan sejenisnya.

Selain itu, tipe orang dengan karakter sanguinis juga sangat mudah berubah perasaannya. Misal, saat ini ceria, tapi beberapa menit kemudian bisa saja berubah marah atau kesal jika ada yang menyinggung perasaannya.

2. Koleris

Sama dengan tipe sanguinis, orang koleris masuk dalam jenis karakter yang ekstrover. Mereka dapat menunjukkan emosi atau apa yang dirasakan pada orang lain dengan terbuka.

Orang koleris tipe yang mampu menjadi pemimpin dan mengatur jalannya berbagai sistem dalam sebuah kelompok atau komunitas. Mereka memiliki strategi yang baik dan rata-rata mampu menganalisis rencana yang matang untuk dijalankan bersama teman-teman satu kelompoknya.

Orang koleris juga biasanya memiliki sikap tegas ketika sudah mengambil satu prinsip, dan jarang mentolerir suatu kesalahan yang dilakukan sengaja atau berkali-kali, baik oleh dirinya sendiri maupun rekan satu kelompok.

Mereka sangat berambisi bisa mewujudkan apa yang diimpikan dan harapkan, tetapi sayangnya jika hal tersebut tidak terwujud, orang-orang tipe koleris akan kerap marah dan sukar menerima kegagalan tersebut.

Tipe koleris juga sangat mendominasi dan cenderung otoriter dalam kelompoknya. Sisi positifnya, mereka mampu tampil sebagai sosok pembicara yang pandai mengemukakan argumen dan pembelaan bagi kelompok. Namun, sisi negatifnya, mereka suka mengatur dan ingin selalu dipatuhi.

Orang-orang dengan tipe karakter ini juga memiliki emosi yang meledak-ledak, gampang marah, dan sangat keras kepala. Apabila ada yang berbuat salah, mereka sangat sulit untuk bisa segera memaafkannya.

3. Plegmatis

Orang-orang dengan karakter plegmatis masuk dalam tipe introver, yang suka memendam emosi atau apa yang dirasakan, dari orang lain dan kelompoknya.

Mereka cenderung tertutup, menghindari keramaian dan suka menyendiri, serta sangat nyaman dengan suasana yang tenang dan sepi.

Orang-orang plegmatis sangat cinta damai dan lebih senang menghindari masalah dengan orang lain. Membuat mereka sebisa mungkin tak banyak melakukan hal mencolok atau sensitif yang dapat memicu amarah orang lain.

Mereka suka membantu sesama, senang menjaga hubungan baik dengan orang lain, serta tipe penyayang yang perhatian dan hangat.

Sayangnya, tipe ini sangat senang memendam masalah dan memikirkan jalan keluar sendiri tanpa mau terbuka pada orang lain. Membuat mereka gampang tersakiti sendiri dan rapuh secara psikis, karena tak begitu senang berbagi beban dengan orang lain.

Orang-orang tipe ini juga sulit dideteksi bagaimana perasaan mereka sebenarnya. Apakah dalam keadaan senang atau sedih, marah atau tidak, dan sejenisnya. Sebab, mereka tak memperlihatkan banyak perubahan, meski dalam hati perasaan mereka sedang senang atau sedih sekalipun.

4. Melankolis

Tipe terakhir adalah melankolis. Sama seperti plegmatis yang introver. Membuat orang dengan karakter ini cenderung tertutup dan lebih senang memendam emosi atau masalah, serta tak mau meminta saran atau berbagi beban dengan orang lain.

Orang dengan tipe melankolis sangat pandai menganalisis sesuatu. Membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih peka pada orang lain, meski di titik terkecil sekalipun.

Tipe ini juga cenderung stabil secara emosi, dan lebih mengandalkan tindakan untuk menunjukkan perasaan mereka, daripada dengan perkataan.

Mereka akan sangat memperhatikan detail, baik dalam diri mereka sendiri, orang lain, maupun hubungan dalam sebuah kelompok tempat mereka berada.

Sayangnya, orang dengan tipe melankolis sangat perfeksionis dalam menjalani kehidupan. Mereka mengharapkan segala sesuatunya harus sempurna, dan jika tidak sesuai dengan standar kesempurnaan yang mereka harapkan, maka orang-orang tipe ini akan mudah kecewa dan bisa saja mengalami stres.

Nah, itulah empat tipe temperamen yang secara teori medis kuno dapat mempengaruhi karakter diri seseorang.

Meski dibagi empat, seringnya ditemukan bahwa seseorang itu memiliki gabungan dua atau tiga tipe dalam karakter diri mereka. Sangat jarang ditemukan, seseorang memiliki hanya satu tipe temperamen dalam karakter diri. Setiap karakter, memiliki ciri khas, sisi positif, dan negatifnya tersendiri.

Pertanyaannya sekarang, mana tipe temperamen yang ada dalam karakter diri Anda?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top