Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Mencintai Diri Sendiri untuk Meraih Kebahagiaan

Sahabat, memiliki hidup yang tenang dan bahagia tentu adalah harapan setiap insan. Meskipun masalah datang, atau ada saja orang-orang yang tidak mendukung dalam perjalanan Anda meraih mimpi maupun cita-cita, tapi jika ketenangan hati dalam menjalani hidup Anda miliki, maka setiap masalah dan segala halangan yang datang itu akan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Kunci dari ketenangan dan kebahagiaan hidup pada dasarnya adalah hati masing-masing individu yang juga penuh ketenangan dan memiliki pandangan positif terhadap dirinya sendiri, lingkungan sekitar, dan hidupnya.

Hati yang tenang dan pikiran yang positif akan memberikan dorongan pada Anda untuk menjalani hidup dengan hati yang sabar dan kepala dingin.

Nah, untuk bisa meraih ketenangan hati dan pikiran positif dalam menjalani hidup, demi meraih kebahagiaan, salah satu kuncinya adalah dengan cara mencintai diri Anda sendiri.

Apabila Anda tak mencintai diri sendiri, tak bersyukur dengan apa yang telah Allah beri dalam hidup dan diri Anda, maka sulit pastinya untuk bisa meraih ketenangan hati dan pikiran positif itu. Sebab, yang ada hanyalah rasa kesal, lelah, dan penat pada diri sendiri, dan iri pada orang lain yang dianggap memiliki potensi lebih besar.

Lalu, bagaimana caranya bisa mencintai diri sendiri? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda coba.

Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain

mencintai diri sendiri dengan tidak membandingkan
Melanie Dijkstra | Unsplash

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain, entah merasa lebih baik atau buruk, sama-sama tidak baik. Sebab, Allah telah menciptakan setiap hamba-Nya dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Tak hanya itu, setiap individu juga memiliki sifat dan karakteristik bawaan mereka sendiri-sendiri. Termasuk juga bahwa manusia dilahirkan dengan paras dan fisik berbeda-beda.

Semua itu Allah berikan pada hamba-hamba-Nya sesuai dengan porsi masing-masing. Yakinlah, bahwa dengan apa yang telah Allah berikan pada Anda itu adalah yang terbaik dan memang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jadi, jika Anda membandingkan diri dengan orang lain, yang menurut Anda lebih baik, maka hanya akan ada rasa kecewa dan tak bersyukur, dan itu mendorong Anda sering menyalahkan diri sendiri.

Pun sebaliknya, jika Anda membandingkan diri dengan orang lain yang menurut Anda kurang, maka rasa sombong dan merasa besar hati yang nantinya justru membelenggu Anda, dan itu tentu saja bukan hal yang baik.

Apresiasi Diri Anda

Mengalami kegagalan dalam salah satu fase perjuangan hidup adalah hal yang wajar. Bisa jadi kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan yang akan Anda raih kelak, dan bisa juga merupakan jalan dari Allah untuk membuat Anda beralih dari jalan yang sedang Anda perjuangkan ke arah yang jauh lebih baik.

Maka dari itu, untuk bisa lebih mencintai diri Anda sendiri, jangan pernah memandang rendah kapasitas Anda dan berikan apresiasi yang baik pada perjuangan yang sudah Anda lakukan untuk hidup ini.

Dengan mengapresiasi diri sendiri, Anda akan lebih banyak menemukan hal positif, misalnya Anda jadi sadar memiliki kemampuan atau kelebihan yang belum tentu orang lain miliki, dan itu bisa menjadi senjata Anda untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita.

Berikan Kesempatan Tubuh Anda untuk Menikmati Hidup Sehat

Untuk bisa mewujudkan pikiran positif dan hati yang tenang, salah satunya adalah dengan kondisi fisik atau kesehatan yang baik bagi setiap individu.

Kondisi kesehatan yang kurang baik bisa mempengaruhi tingkat stres Anda juga. Maka dari itu, berikan hak pada tubuh Anda juga untuk bisa merasakan istirahat yang cukup, makanan sehat, dan pola hidup yang baik.

Jangan menyiksa diri dengan pekerjaan tanpa istirahat, makan makanan yang tidak bergizi, atau banyak melakukan hal sia-sia tanpa kenal waktu.

Berteman dan Berkumpul dengan Orang Baik

Salah satu hak diri Anda untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan hidup adalah bergaul dengan orang-orang baik di sekitar Anda.

Ibaratnya, jika Anda dekat dengan penjual parfum, maka Anda akan terkena wanginya juga. Sebaliknya, jika Anda berada di tengah kumpulan sampah berbau busuk, maka Anda akan terkena baunya juga.

Jadi, memilih teman dan pergaulan yang baik adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencintai diri sendiri. Tak hanya akan ikut tertular sisi positif dari lingkungan dan rekan-rekan sekitar Anda, tetapi juga akan menjauhkan dari hal buruk yang dapat membuat Anda mengalami stres psikis maupun sakit fisik jika harus berhadapan dengan masalah karena bergaul di dalam pergaulan yang negatif.

Abadikan Semua Pencapaian Anda

mengapresiasi diri sendiri
Green Chameleon | Unsplash

Buatlah sebuah dokumen atau jurnal pengingat, tentang kompetisi atau kegiatan positif apa saja yang pernah Anda ikuti. Baik yang Anda menjadi juara, sebagai peserta tapi tak menang, atau sebagai penyelenggara.

Kegiatan apa pun itu, asal sesuatu yang positif, jika Anda mendokumentasikannya dengan baik, maka bisa membuat Anda kembali berpikir, bahwa sesungguhnya Anda itu mampu melakukan banyak hal baik untuk orang banyak.

Itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan kemudian menumbuhkan kecintaan pada diri Anda sendiri. Sebab, Anda akan lebih mampu melihat kemampuan dan keahlian dalam diri, bahwa Anda juga bisa melakukan banyak hal baik dan positif, sehingga Anda pun layak menjadi orang yang dicintai siapa pun, termasuk diri Anda sendiri.

Maafkan Kesalahan dan Masa Lalu Anda

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, atau mendapatkan ujian yang membuat masa lalunya menjadi sebuah kenangan yang kurang atau justru tak menyenangkan untuk diingat di masa depan.

Tak hanya menyangkut diri sendiri, lingkungan sekitar, orang-orang terdekat, tapi mungkin bisa saja kesalahan yang diperbuat atau ujian di masa lalu itu menyangkut perjuangan meraih cita-cita yang akhirnya gagal karena suatu hal.

Jika Anda ingin mulai mencintai diri sendiri dengan tulus, maafkanlah kesalahan Anda maupun orang-orang di masa lalu, dan lepaskan beban berat atas kejadian tak menyenangkan yang dulu pernah Anda alami tersebut.

Memang sulit. Namun, dengan melepaskan rasa bersalah pada diri Anda di masa lalu, meminta maaf pada siapa pun yang pernah Anda sakiti, dan berusaha menerima dengan lapang dada kejadian masa lalu yang menyakitkan itu, akan membuat Anda mampu berjalan lebih ringan untuk menatap masa depan.

Anda juga akan merasa bahwa ternyata Allah menyayangi Anda dengan masih memberikan umur untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Ibaratnya seperti tengah berkendara menuju suatu tempat yang ingin Anda kunjungi. Untuk dapat sampai ke tempat tersebut, Anda bisa menengok ke belakang lewat kaca spion, tetapi tak boleh terus-menerus melakukanya, karena fokus Anda harus kembali ke jalanan di depan kemudi.

Sama halnya dengan kehidupan ini, tataplah masa lalu Anda sekilas saja, hanya sebagai pengingat dan refleksi agar kesalahan yang pernah Anda lakukan tak diulangi lagi dan baik bisa ditingkatkan. Di mana fokus Anda harus tetap melangkah ke depan.

Semoga enam cara mencintai diri sendiri di atas bisa Anda terapkan dalam hidup ini, untuk bisa menjadi jalan bagi Anda meraih kebahagiaan dan ketenangan hidup.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top