Menjaga Kesehatan Mental Tenaga Medis di Tengah Pandemi Covid-19

Di masa pandemi seperti sekarang ini, salah satu hal yang harus dijaga dengan baik adalah kesehatan mental terutama kesehatan mental tenaga medis. Tenaga medis adalah orang-orang yang berdiri di barisan pertama untuk menghadang gempuran virus covid19.

Jika ketahanan kesehatan mental para tenaga medis ini runtuh, maka serbuan virus akan mengganas dan menyerang barisan lain di belakangnya. Tanpa tenaga medis, semua penduduk Indonesia akan berpotensi terkena virus mematikan ini.

 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Tenaga Medis

Indonesia termasuk salah satu negara yang pasien covidnya cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain di Asia. Virus ini berkembang dengan pesat dan cepat menjangkiti masyarakat dalam waktu singkat.

Dalam kurun waktu beberapa bulan saja, penderita covid sudah mencapai angka puluhan ribu jiwa. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, akan ada semakin banyak orang yang berguguran. Tidak hanya pasiennya saja, tenaga medispun banyak yang meninggal dunia.

Tenaga medis sangat berpotensi tertular virus ini karena mereka bersentuhan langsung dengan pasien covid. Meskipun para tenaga medis ini telah menggunakan alat pelindung diri berlapis, namun mereka tetap harus berhati-hati.

 

Salah satu yang harus dijaga adalah kesehatan mental tenaga medis. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya saling bekerja sama menciptakan tubuh yang sehat, kuat, tangguh dan bersemangat.

Mengingat tingginya resiko tertular covid, minimnya jumlah tenaga medis dan belum ditemukannya vaksin virus ini, membuat para tenaga medis semakin melemah. Banyak dari mereka yang collaps dan hampir menyerah. Karena itulah, penting sekali untuk menjaga kesehatan mental para tenaga medis ini.

 

Mengapa kesehatan mental tenaga medis sangat penting untuk diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa alasan dan faktor utamanya, yaitu ;

 

  1. Mereka adalah Pelindung

Tenaga medis adalah orang yang akan merawat dan mengobati masyarakat yang terserang virus covid-19. Jika tenaga medis ini tumbang, maka siapa lagi yang akan membantu masyarakat melawan, merawat dan mengobati.

Tanpa bantuan tenaga medis, seorang pasien akan kesulitan merawat dirinya sendiri. Mereka sangat membutuhkan peran tenaga medis.

 

  1. Kesehatan Mental Mendukung Kesehatan Fisik

Meskipun kondisi kesehatan fisik seorang tenaga medis bisa dikatakan cukup baik, namun hal ini tidak menjamin kesehatannya baik secara keseluruhan. Kesehatan fisik bukan cerminan dari kesehatan seseorang.

Dalam tubuh tenaga medis, ada kesehatan mental yang perlu diperhatikan. Tenaga medis yang mengalami kelelahan berlebihan, jenuh harus berada di dalam APD selama berjam-jam, bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan mental.

Kesehatan mental tenaga medis yang buruk akan berakibat buruk untuk kesehatan fisiknya. Mereka bisa saja terserang virus karena dalam kondisi hati dan pikiran yang tidak baik. Kalut, cemas, takut, khawatir dan lain sebagainya bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental.

 

Oleh sebab itu, para tenaga medis ini membutuhkan waktu untuk memikirkan dirinya sendiri. Mereka membutuhkan tempat yang bisa dipergunakan untuk menjernihkan pikiran dan hati yang cemas, khawatir dan kalut. Tempat itu disebut dengan Kampoong Hening.

 

Di Kampoong Hening, para tenaga medis ini akan dibantu oleh terapis dan konselor berpengalaman. Mereka akan mendengarkan curhat dan cerita dari tenaga medis satu persatu. Curhat adalah metode yang paling tepat untuk meluapkan beban di dalam hati.

Setelah melakukan curhat, para tenaga medis ini akan diajak untuk melakukan ecohealing dimana mereka akan diajarkan bagaimana cara menyembuhkan diri sendiri. Menemukan jalan dimana mereka bisa mencari jalan untuk ketenangan jiwa dan batin mereka sendiri.

Kampoong Hening adalah tempat yang paling sempurna untuk menjaga kesehatan mental tenaga medis. Mengubah hal-hal negatif dalam hidup jadi sebuah energi positif yang tidak terbatas dan memberikan manfaat terbaik.

Leave A Comment

Tidak ada produk di keranjang.