Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

kenakalan remaja

Mindfulness untuk Mengatasi Kenakalan Remaja

Salah satu fase yang akan dihadapi manusia dalam siklus hidup mereka adalah masuk dalam masa remaja. Fase tersebut adalah peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Bisa dibilang, ini adalah fase yang cukup kritis, terkait adanya ancaman fenomena kenakalan remaja.

Secara fisik maupun psikis, fase remaja termasuk masa perkembangan yang harus benar-benar diperhatikan oleh siapa pun. Baik si pelaku yang mengalami fase tersebut, maupun orang-orang di sekitar yang dekat dengan si pelaku.

Jika Anda adalah orang tua, atau guru dari sosok remaja yang sedang menuju fase dewasa, maka ada baiknya Anda mengenali beberapa perubahan yang terjadi, baik dari segi fisik maupun psikis, pada remaja itu.

Secara fisik, mulai banyak pertumbuhan yang terjadi. Tinggi dan berat tubuh, munculnya perbedaan jenis suara antara remaja laki-laki dan perempuan, dan sejenisnya.

Secara perkembangan psikologis, remaja mulai merasakan emosi baru dalam dirinya. Seperti misalnya, ketertarikan dengan lawan jenis yang mengarah pada rasa suka dan ingin menjalin hubungan yang lebih dekat. Kemudian, perasaan ingin memberontak apabila merasa dikekang, dan masih banyak lagi.

Tentunya, di masa yang memiliki kemajuan teknologi sekarang ini, pergaulan remaja sangat berbeda dengan masa saat Anda, para orang tua atau pendidik, hidup sebagai remaja dulu.

Semakin maraknya tontonan, musik, gaya berpakaian, hiburan, dan segala kemudahan akses, membuat remaja juga menjadi bebas mengakses apa pun keinginan mereka.

Salah satunya adalah gawai. Teknologi ini mampu memberikan kemudahan akses para remaja untuk menemukan tontonan, bacaan, dan hiburan apa pun yang mereka mau.

Secara positif, remaja bisa mendapatkan kemudahan dalam menjalankan tugas sekolah, kuliah, atau kebutuhan untuk ilmu pengetahuan mereka.

Namun, negatifnya, karena banyak oknum tak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan kualitas generasi muda ke depannya, menyisipkan sesuatu yang buruk, seperti konten asusila dan sejenisnya, pada hiburan para remaja sekarang ini.

Pengaruh buruk lingkungan, keluarga, dan juga hiburan yang sedang marak saat ini, menjadi sumber-sumber kuat munculnya kenakalan remaja yang beraneka ragam. Dari yang tingkat rendah, sampai berurusan dengan hukum yang berat.

Di sini, peran orang tua dan pendidik sangat diperlukan. Sebab, untuk remaja yang sudah mulai bebas dan pandai menggunakan teknologi dari gawai, dibutuhkan pendampingan yang kuat, dan pemahaman dari orang-orang terdekat yang benar-benar bisa membuat para remaja tersebut menyadari manfaat baik atau buruknya hiburan yang mereka akses, saat mereka sedang atau tidak diawasi dalam mengoperasikan gawainya.

Selain itu, untuk membentuk generasi masa depan bangsa yang tangguh dan berkualitas, para orang tua dan pendidik perlu benar-benar memperhatikan masalah kenakalan remaja yang saat ini semakin marak.

Nah, jika Anda adalah salah satu dari para orang tua atau pendidik itu, simak 5 tips mindfulness untuk mengatasi kenakalan remaja berikut ini.

1. Menjadi Sosok Sahabat bagi Remaja

Masa remaja adalah fase di mana seseorang mulai memiliki banyak kebimbangan dalam dirinya. Mulai bingung memilih mana yang harus dilakukan terlebih dahulu, dan tak jarang juga sampai salah meluapkan emosi saat menghadapi suatu masalah.

Seorang remaja sejatinya masih dalam masa di mana dia mulai belajar mengenal lingkungan sosial yang lebih beragam di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah. Mulai mencari teman dan pergaulan yang cocok dan mendukung keinginannya. Juga, membutuhkan dukungan tak hanya materi, tapi juga secara mental dalam dia tumbuh dan berkembang.

Sebagai orang tua atau pendidik, Anda sebaiknya menempatkan diri sebagai seorang sahabat yang siang menjadi pendengar setia minimal, dan kalau bisa memang juga sebagai pemberi saran terbaik, ketika anak kandung atau didik datang mengadu dan mencurahkan isi hati serta permasalahan mereka pada Anda.

Berikan kenyamanan, sehingga mereka merasa tenang saat bersama Anda, baik secara emosi maupun fisik. Ketika mereka telah nyaman, Anda akan menjadi sosok pertama yang mereka datangi setiap kali memiliki masalah atau butuh nasihat dan saran.

2. Tidak Menghakimi Kesalahan Mereka

Ketika remaja Anda sedang mengalami masalah, meski itu kesalahannya, maka jangan langsung menghakimi, apalagi dengan kata kasar dan membuatnya takut serta trauma pada Anda.

Bersikaplah tenang dan berikan kata-kata motivasi yang bijaksana, sehingga dia bisa menyadari kesalahannya, dan muncul keinginan kuat secara mandiri dalam dirinya untuk tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut.

Dengan menghakimi, Anda justru akan memukul mental mereka, dan itu membuat remaja Anda akan semakin tak percaya diri, serta tak nyaman berada di sekitar Anda. Mereka akan pergi mencari sosok yang lebih membuat mereka nyaman, dan jika itu orang atau komunitas yang buruk, maka hal tersebut akan sangat berbahaya.

3. Tanamkan Tanggung Jawab Sejak Dini

Mulai sejak anak-anak Anda masih kecil, tanamkan rasa tanggung jawab dalam diri mereka, mulai dari hal-hal sepele. Misalkan, saat selesai bermain, ajarkan anak-anak untuk merapikan kembali mainannya. Saat bangun tidur, ajarkan mereka untuk merapikan lagi tempat tidurnya.

Mulai dari hal-hal kecil itu, seiring berjalannya waktu, bertambah usia mereka, ajarkan secara bertahan bagaimana tanggung jawab itu. Kelak, saat anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka sudah terbiasa dengan sikap tanggung jawab secara naluriah, dan itu akan melekat dalam pergaulan mereka sehari-hari.

4. Berikan Fasilitas Pendidikan dan Komunitas yang Baik

Saat remaja masih dalam pengawasan Anda sebagai orang tua atau pendidik, berikan mereka fasilitas pendidikan dan lingkungan belajar yang berisi orang-orang baik.

Misalkan, Anda memiliki anak, sejak kecil sekolahkan mereka di sekolah yang baik dan memiliki lingkungan yang baik pula, mulai dari sosok guru-gurunya, metode pembelajaran di sekolah itu, maupun anak-anak yang mengenyam pendidikan di sana.

Jika sejak kecil sudah terbiasa sekolah di tempat yang seperti itu, maka menginjak remaja, mereka juga pasti siap bergabung dengan lingkungan sekolah atau pendidikan yang serupa.

Saat orang tua kurang memiliki akses dalam memantau anak-anak mereka di sekolah, di sini peran seorang guru atau pendidik dalam membangun karakter dari seorang anak dan remaja sangat penting.

5. Jadilah Sosok yang Tegas tapi Tidak Galak

Sosok yang tegas adalah mereka yang konsisten dengan aturan yang berlaku, baik yanh dibuat sendiri maupun aturan dari orang lain atau lingkungan tempat tinggal.

Sebagai orang tua atau pendidik, pastinya Anda memiliki aturan sendiri dan juga harus menjalankan peraturan yang ada dari lingkungan tempat tinggal atau keluarga, bagi remaja yang Anda asuh.

Ketika mereka merajuk, tunjukkan bahwa Anda tak mudah goyah dan tetap tegas bahwa mereka tidak boleh melakukan apa pun yang dilarang.

Sosok tegas tak perlu mengeluarkan teriakan atau kekerasan fisik. Cukup berikan pemahaman yang menegaskan bahwa jika remaja Anda itu melanggar, maka mereka sendiri yang akan menuai akibatnya.

Nah, itulah tadi 5 tips mindfulness yang bisa Anda coba terapkan dalam upaya mengatasi dan mencegah kenakalan remaja yang saat ini semakin marak.

Semoga bisa menjadi pengingat juga pada diri Anda, sebagai orang tua atau pendidik, bahwa sejatinya, dalam memberikan pemahaman baik pada orang lain, yang utama adalah dengan keteladanan.

Itulah mengapa, sebelum Anda mengajarkan sesuatu pada para remaja yang Anda asuh, tunjukkan teladan baik pada mereka melalui sosok dan perbuatan Anda sehari-hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top